Al Qur’an adalah obat mujarab
untuk hati. Al Qur’an menjadi
obat bagi hati yang terkena
syubhat (racun pemikiran) dan
syahwat (nafsu jelek untuk
maksiat). Dalam Al Qur’an
terdapat penjelas, di mana
kebatilan dienyahkan oleh
kebenaran. Penyakit syubhat
yang merusak bisa enyah
(pergi) karena adanya ilmu dan
keinginan (yang baik), di mana
hakikat sesuatu begitu jelas
karenanya. Dalam Al Qur’an
terdapat berbagai hikmah yang
bisa dipetik, terdapat berbagai
nasehat yang baik untuk
memotivasi dalam beramal dan
menakut-nakuti dari berbuat
kejelekan. Dalam Al Qur’an juga
terdapat kisah-kisah yang bisa
diambil ‘ibroh (pelajaran)
sehingga hati pun menjadi baik.
Al Qur’an begitu memberi
semangat hati pada hal-hal
yang bermanfaat dan
memperingatkan pula dari hal-
hal yang membahayakan.
Akhirnya, hati semakin cinta
pada kebenaran dan benci pada
kebatilan. Padahal sebelumnya
bisa jadi hati sangat ingin
berbuat kebatilan dan benci
pada kebenaran.
Al Qur’an sungguh bisa
menghilangkan penyakit yang
dapat mengantarkan pada
keinginan-keinginan jelek
(rusak) hingga baiklah hati.
Keinginannya menjadi baik dan
ia pun kembali pada fithrahnya
yang telah ditabiatkan
untuknya sebagaimana badan
kembali pada tabi’atnya.
Hati akan semakin hidup
dengan adanya
iman dan Al
Qur’an. Sebagaimana badan
semakin hidup dengan sesuatu
yang dapat menumbuhkan dan
menguatkannya. Suburnya hati
itulah semisal dengan
tumbuhnya badan.
Sumber: Majmu’ Al Fatawa,
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,
Darul Wafa’, 10/95-96.
Hati bukanlah subur dan hidup
dengan nyanyian, namun
dengan Kalamullah. Dan kata
Ibnul Qayyim bahwa nyanyian
(musik) dan Al Qur’an sangat
mustahil untuk bersatu. Inilah
cara menyuburkan dan
menenangkan hati, yaitu
dengan mendengar, membaca,
menghafalkan dan
mentadabburi (merenungkan)
Al Qur’an. Silakan baca tentang
Hukum Nyanyian/ Musik di web
Rumaysho.com
di sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar