Menantimu dalam taman yang
kutata dengan indahnya,
menghitung hari menjadi
kalender pribadiku, setiap detik
yang berlalu adalah kecemasan
dalam harap, akankah engkau
hadir hari ini, akankah kau
lewatkan hari ini, seperti hari
kemarin dan hari hari
sebelumnya, semua masih
menjadi misteri.
ketika sore ini kau tak juga
terlihat, menjelang malam
kaupun tak kunjung datang, aku
coba melupakan hari ini tlah
menatimu, tuk menantimu di
hari esok, menunggu
kedatanganmu di hari yang lain.
ketika tiba saatnya nanti, kau
akan hadir disini, dalam
penantian ini, menghapus semua
kata menunggu itu, membalas
semua yang aku rasa, kecemasan
dalam hari hari sebelumnya,
………….
Keterbatasan kita akan waktu,
membuat aku lelah dalam
penantian, engkau yang entah
dimana? kau yang entah siapa,
dan entah ada ataupun tidak?
kesempurnaan yang aku cari,
menghanyutkan aku dalam
gelombang penantian, menanti
dan menanti, namun siapa yang
aku cari, siapa yang aku tunggu,
bahkan aku tak tau.
didepan ruangan itu aku berjaga,
menanti dirimu yang entah
disana ataupun tidak, bahkan
aku tak tau, seperti apa kau akan
berwujud.
…………
wajah wajah yang berbeda,
menghampiriku dalam penantian
panjang ini, memberikanku
beragam pilihan, menunjukkan
aku arah tuk mencari, namun
siapa yang aku cari hanya aku
yang tau, bahwa aku
mencarinya, dia yang entah
siapa.
……… .
………………
kau yang aku cari
kau yang aku nanti
dirimulah yang aku tunggu
hadirlah segera hari ini
terlalu lama aku menunggumu
terasa lelah aku dalam penantian
datanglah dalam wujud apapun
aku pasti tau itu
kau yang entah siapa
kau yang entah dimana
aku pasti mengenalmu
seperti apapun kamu terlihat
hatiku pasti akan
mengiyakannya
“ kau yang entah ada ataupun
tidak”
…………..
…..
Pertanda itu ada dihatiku, kisi
kisi itu tlah berderet dalam
catatan pribadiku.
Kau yang aku tunggu,
keberadaaanmu begitu kuat di
dada ini, begitu membuatku
merasa rindu, membuatku selalu
menanti, dirimu dalam wujud
siapa, dirimu dalam bentuk
seperti apa, aku tak peduli, aku
hanya tau itu kamu, ketika
hatiku mengatakan iya
untuknya.
kapan kau akan datang, dan
entah masih dimana dirimu
sekarang, tlah dilahirkan atau
masih dalam kandungan, atau
tlah dikubur sekalipun, aku
atetap saja menantimu.
…………..
Seperti embun di siang hari,
kau kan selalu kunantikan
mungkin hari ini
dan besok pagi, kau pasti ada
dan masih banyak hari esok
yang lainnya
aku akan tetap menantimu
………………
Tidak ada komentar:
Posting Komentar